Minggu, 01 November 2015


Angin Kairo sudah mulai berhembus kencang, akhir bulan Oktober adalah pergantian musim. Hawa panas sudah tidak lagi terasa, angin yang berasal dari laut kini menerpa tubuh kami bergantian. Sampai saya putuskan untuk memakai jaket ketika keluar rumah. Selepas sholat isya, kami putuskan untuk sekedar jalan-jalan menghirup udara malam di tempat yang biasa kami rasa menjadi tempat paling nyaman untuk sekedar minum kopi dan ngobrol ngalor ngidul hingga larut malam. Jalanan yang kami lewati sudah tidak asing lagi, gang fenomenal yang pernah menjadi cikal bakal peradaban islam di Mesir mampu membelalakan mata siapapun yang berkunjung. Orang-orang menyebutnya dengan julukan “Musium Terbuka”.

Qahwah Wa Mulukhiyyah

Kamis, 29 Oktober 2015


Memori peralihan kekuasaan pasti masih menoreh luka di hati para penduduk Arab, pada tahun 750 M dinasti Umayyah rela menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Abbul Abbas as-Saffah yang menjadi dalang utama peralihan dinasti dari Umayyah ke Abbasiyyah, yang berhasil memindahkan Ibu kota paling tersohor dari Hijaz ke kota Baghdad (sekarang ibu kota Irak). Keluarga bani Abbas di abad ke-7 mampu membentangkan kekuasaan mulai dari ujung wilayah Maghrib (Marroco) hingga ke ujung wilayah pesisir laut mediterania, asia tengah.

Masjid Ibnu Tulun, Memori Pembakaran kota Qatha'i

Jumat, 21 Agustus 2015


Kebetulan siang hari itu sedikit panas, apalagi di kota kami Karawang. kota lumbung padi yang tandus dan kering. panasnya lumayan menyengat di ubun-ubun. mungkin saja suhu hari ini mencapai 32 derajat. sepertinya kota kami kelelahan dan terlihat lesu, kanan kiri tandus tanpa pepohonan, sawah lebih luas daripada perkebunan hijau, keadaan seperti ini sudah biasa di rasakan oleh masyarakat setempat setiap kali musim panen.

Ternyata Pak Ruslam pengikut setia